Chikungunya

Overview 
Chikungunya merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang terinfeksi oleh alphavirus. Chikungunya tersebar luas di daerah Sub Sahara Afrika, India, kepulauan Samudra Hindia, dan terbanyak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Penyakit ini sering muncul sebagai outbreaks.

Klinis
Manifestasi klinis Chikungunya baru muncul 4-7 hari setelah gigitan nyamuk Aedes. Gejala yang biasanya terjadi adalah demam, menggigil, nyeri kepala, fotofobia, mual muntah, limfadenopati, dan bintik-bintik merah pada hari ke 2 sampai 5. Gejala atau tanda perdarahan dapat saja terjadi. Gejala khas chikungunya adalah myalgia (nyeri otot) dan arthritis/athralgia (nyeri sendi) yang parah. Penyakit ini dapat menimbulkan meningoencephalitis pada neonatus dan kematian pada lansia yang memiliki komorbid.

Diagnosis
Diagnosis pasti dapat ditegakkan dengan tes laboratorium IgM-captured ELISA. PCR juga dapat mendeteksi infeksi chikungunya pada kondisi akut. Dalam praktik sehari-hari dapat dipertimbangkan diagnosis melalui anamnesis, riwayat bepergian ke daerah endemik, kejadian luar biasa yang sedang terjadi di lingkungan pasien, pemeriksaan fisik berupa gejala yang khas.

Tatalaksana 

Tatalaksana penyakit chikungunya dilakukan terapi suportif. Pemulihan biasanya terjadi dalam 5-7 hari tanpa disertai komplikasi serius. Nyeri sendi kronik atau kekakuan otot dapat terjadi.


Download versi PDF

Sumber: Oxford Handbook of Tropical Medicine